Sabtu, 12 Mei 2012

Susunan KIB II Pasca-reshuffle


susunan KIB II pasca-reshuffle:
1.     Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2.     Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Hatta Rajasa
3.     Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono
4.     Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5.     Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6.     Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7.     Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8.     Menteri Hukum dan HAM: Amir Sjamsuddin (menggantikan Patrialis Akbar)
9.     Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo
10.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (menggantikan Darwin Zahedy Saleh)
11.  Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12.  Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (menggantikan Mari Elka Pangestu)
13.  Menteri Pertanian: Suswono
14.  Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15.  Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (menggantikan Freddy Numberi)
16.  Menteri Kelautan dan Perikanan: Tjitjip Sutardjo (menggantikan Fadel Muhammad)
17.  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18.  Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19.  Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20.  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
21.  Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
22.  Menteri Agama: Suryadharma Ali
23.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (menggantikan Jero Wacik)
24.  Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25.  Menneg Riset dan Teknologi: Gusti Mohammad Hatta (menggantikan Suharna Surapranata)
26.  Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27.  Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya (menggantikan Gusti Moh Hatta)
28.  Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29.  Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (menggantikan EE Mangindaan)
30.  Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31.  Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32.  Menneg BUMN: Dahlan Iskan (menggantikan Mustafa Abubakar)
33.  Menneg Perumahan Rakyat: Djan Faridz (menggantikan Suharso Manoarfa)
34.  Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng



Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto

lahir di Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950. Suyanto adalah lulusan Akabri (di Akademi Angkatan Udara) tahun 1973. Ia adalah penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi, Madiun.

Suyanto pernah mengikuti kursus di USAF Fighter Weapon Instructor School di Pangkalan Udara Nellis, Las Vegas, Nevada. Ia kemudian berturut-turut menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14, Komandan Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara, dan kemudian Kepala Staf TNI-AU sebelum akhirnya menjadi Panglima TNI.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Hatta Rajasa

Ir. M. Hatta Radjasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953
Pendidikan
§  Insinyur Teknik Perminyakan angkatan 1973 Institut Teknologi Bandung (ITB)
§  Studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung (ITB) selama setahun, akan tetapi tidak dilanjutkan karena sibuk di partai politik dan menjadi Menristek
Karier
§  2010-sekarang: Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional
§  2004-2007: Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu
§  2000-2005: Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (DPP-PAN)
§  1982-2000: Presiden Direktur Arthindo

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono 
H.R. Agung Laksono  lahir di Semarang, Jawa Tengah, 23 Maret 1949. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, ia melanjutkan studi di Universitas Kristen Indonesia di Fakultas Kedokteran dan lulus pada tahun 1972 Periode 1983-1986,


Karier
·       ia menjabat Ketua Umum BPP HIPMI dan Ketua Umum DPP AMPI (1984-1989). Periode 1990-1995
·       ia menjabat Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro dan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 (sejak tahun 2000) Periode 1993—1998
·       ia menjabat Direktur Utama PT Cakrawala Andalas Televisi/anteve dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VII (1998) dalam pemerintahan Presiden Suharto. Jabatan di kementerian olahraga berlanjut pada periode 1998-1999 meskipun nama kabinet diubah menjadi Kabinet Reformasi Pembangunan. Periode 1999-2004, ia tampil sebagai anggota DPR-RI. Ia kemudian menggantikan jabatan Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi

Letjen TNI (Purn.) Sudi Silalahi lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 13 Juli 1949. Sudi lulus dari Akabri pada tahun 1972 dan mengakhiri karier militernya dengan pangkat Letnan Jenderal.
Karier
§  1996-1997 Wakil Assospol Kasospol ABRI
§  1998 - Kepala Staf Kodam Jaya
§  Oktober 1998 - Askomsos Kaster ABRI
§  1999 - Pangdam V Brawijaya, Surabaya
§  Oktober 2001-Juli 2004 - Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong Royong
§  2004-2009 - Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Indonesia Bersatu
§  2009-sekarang - Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II



Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi

Gamawan Fauzi, S.H., M.M., lahir di Solok, Sumatera Barat, 9 November 1957. Sebelumnya ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat sejak 15 Agustus 2005 hingga 22 Oktober 2009. Ia juga penerima Bung Hatta Award 2004 atas keberhasilannya memerangi korupsi pada saat menjadi bupati di kabupaten Solok.

Riwayat Pendidikan

§  Doctor Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang (UNP) 2011 di Bidang Manajemen Pendidikan Kebijakan Publik
§  S2-Magister Manajemen (MM) di Universitas Negeri Padang (UNP)
§  S1-Sarjana Hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND)

 

Riwayat Pekerjaan

§  Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-sekarang)
§  Gubernur Sumatera Barat (2005-2009)
§  Bupati Solok (1995-2000), (2000-2005)
§  Kepala Biro Humas Pemprov Sumatera Barat
§  Sekretaris Pribadi Gubernur Sumatera Barat
§  Staf Kantor Direktorat Sosial Politik (Ditsospol) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat



Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa

Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc lahir di Bandung, Jawa Barat, 22 Maret 1963

Riwayat hidup

Marty telah mengenal dunia internasional sejak umur 9 tahun. Keluarganya menyekolahkan dia ke Singapura setelah lulus dari SD Kris di Jakarta pada 1974. Kemudian, di Singapura, Marty bersekolah di Singapore International School (1974). Namun, kemudian pindah ke sekolah asrama setingkat SMP Ellesmere College dan Concord College, Inggris pada tahun 1981.
Marty meneruskan sekolahnya pada tingkat SMP hingga master di Inggris. Ia menyelesaikan kuliah dan meraih gelar BSc, Honours, di bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science, University of London tahun 1984. Kemudian meraih Master of Philosophy in International Relations, Corpus Christi College, Cambridge University tahun 1985.
Gelar dotor Marty dapatkan di luar Inggris. Marty meraih gelar Doctor on Philosophy in International Relations dari Australian National University, Australia pada 1993.
Marty mengawali kariernya di departemen luar negeri (Kementrian Luar Negeri) pada 1986. Marty menjadi Staf Badan Litbang Departemen Luar Negeri pada 1986-1990. Karier Marty terus menanjak sejak awal 2000, tepatnya ketika ia ditunjuk sebagai juru bicara Departemen Luar Negeri periode 2002-2005. Pada periode selanjutnya (11 November 2005–5 September 2007), Marty dilantik menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Inggris Raya dan Republik Irlandia, menggantikan Juwono Sudarsono yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Selanjutnya, Marty menjabat sebagai Duta Besar RI untuk PBB (5 September 200722 Oktober 2009). Pada November, Marty sukses berkiprah di dunia internasional dengan menjadi salah satu orang Indonesia yang pernah menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB.
Pada 22 Oktober 2009, Marty dilantik menjadi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia merupakan Menteri Luar negeri RI yang ke-17, menggantikan Dr. Nur Hassan Wirajuda.
Marty pernah menjabat sebagai kepala delegasi negara untuk sejumlah konferensi internasional, internaliansi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), Gerakan Non-Blok, Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan ASEAN. Ia pun pernah menjadi delegasi Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB dan dialog trilateral di Timor Timur serta Direktur Jendral untuk Kerjasama ASEAN (2003-2005).

Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro

Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc., MA., Ph.D. lahir di Semarang, Jawa Tengah, 16 Juni 1951. Sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2000–2009)

Pendidikan

§  Abiturien SMA Kolese Loyola, Semarang
§  Sarjana Teknik, Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia, 1974
§  MA. Ekonomi, University of Colorado at Boulder Main Campus, Colorado, Amerika Serikat, 1988.
§  MSc., Colorado School of Mines, Golden, Colorado, Amerika Serikat, 1986.
§  Ph.D. Ekonomi Mineral/Sumber Daya Alam, Colorado School of Mines, Golden, Colorado, Amerika Serikat, 1988.
§  Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXV, Penghargaan Wibawa Seroja Nugraha, 1992.

 

Karier

§  Guru Besar Ekonomi Unika Atma Jaya di Jakarta (2002) dan Institut Teknologi Bandung (2009)
§  Ketua ASEAN Meeting on Economic Ministers (AMEM) on Energy
§  Sekretaris Jenderal dan Presiden OPEC, 2004.
§  Ketua Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP), 2000 - 2002
§  Wakil Gubernur Lemhannas, 1998 - 2000.
§  Penasehat/Staf Khusus Menteri Pertambangan dan Energi, Kabinet Pembangunan VI, 1993 - 1998.
§  Gubernur OPEC, Wina, Austria, 1996 - 1998.
§  Ketua Kelompok Kerja II Bidang Pemasaran Dalam dan Luar Negeri, Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP), 1993 - 1998.
§  Tim Ahli PAH (Panitia AdHoc) I, Badan Pekerja MPR-RI dalam mempersiapkan GBHN PELITA VII, 1997 - 1998.
§  Kelompok Kerja Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (Wanhankamnas), dalam mempersiapkan GBHN PELITA VII.
§  Anggota Panitia Departemen Pertambangan dan Energi, dalam menyusun GBHN Sektor Pertambangan dan Energi PELITA VII.
§  Pengajar berbagai kursus kepemimpinan: LEMHANNAS, SESKOGAB, SUSPIM Pertamina dan PLN, SESPANAS, Kursus Atase Pertahanan Dephankam.
§  Ketua/Anggota Delegasi RI dalam Pertemuan Multilateral: APEC, UNCTAD, UNDP, ESCAP, OPEC, Produsen-Konsumen, ASEAN,
§  Ketua/Anggota Delegasi RI dalam Pertemuan Bilateral: Australia, Jepang, Amerika, Norwegia, Korea Selatan, Taiwan, Kanada.
§  Konsultan Domestik/Internasional: Sumber Daya Alam (SDA), Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Keuangan.

Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin
Nama:Amir Syamsuddin, SH Lahir:Makassar, Sulawesi Selatan, 27 Mei Pendidikan:Pascasarjana UI (S2)Sarjana Fakultas Hukum UI (1983) Karir:Menteri Hukum dan HAM (19 Oktober 2011-sekarang) Ketua Dewan Penasehat Parta Demokrat (2011-sekarang)Advokat (1983-2011)
Referensi : http://m.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/3742-pawang-integritas-kemenkum-dan-ham

Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo

Agus Dermawan Wintarto Martowardojo adalah Menteri Keuangan Indonesia saat ini, sejak 20 Mei 2010 dan mantan CEO Bank Mandiri. Agus lahir di Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Setelah lulus dari University of Indonesia, Ekonomi, Jakarta, pada tahun 1984., ia menjadi petugas pinjaman internasional di cabang Indonesia Bank of America . Agus memiliki karir yang panjang sebagai salah satu bankir top di Indonesia. Sebelumnya beliau menjabat Chief Executive Officer Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia, 2005-2010. Dia juga Presiden mantan Direktur Bank Bumiputera dalam Director 1995-1998 dan Presiden Bank Ekspor Impor Indonesia pada tahun 1998-1999. Penampilannya sebagai kepala Bank Mandiri dianggap sebagai sukses, karena ia memangkas kredit macet dan mengangkat profil bank di kalangan investor internasional. Dia juga meningkatkan keuntungan di bank. Pada tahun 2008 misalnya, bank membayar $ 418m dalam bentuk dividen kepada pemegang saham. Dia juga berperan dalam membantu Departemen Keuangan dalam memulihkan Rp 1,23 triliun (US $ 133.150.000) dari uang negara dari Tommy Soeharto, anak mantan presiden terlambat. Soeharto Pada tahun 2008, menyusul pengunduran diri Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk menjalankan sebagai Wakil Presiden Indonesia sebagai calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus dinominasikan sebagai salah satu calon Gubernur, Namun pencalonannya ditolak oleh Legislatif nasional. , tampaknya untuk alasan politik.









Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik

Jero Wacik lahir di Singaraja, Bali, 24 April 1949. Ia lulus sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung tahun 1974 dan dari Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia tahun 1983. Pada tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Jero Wacik dipindah tugaskan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia menggantikan Darwin Zahedy Saleh.


Menteri Perindustrian: MS Hidayat 

Ir. Mohamad Suleman Lahir di Jombang, Jawa Timur, 2 Desember 1944 Pendidikan:Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung Property Management Course Tokyo Foundation, Tokyo, Jepang Karir: Menteri Perindustrian RI, sejak 22 Oktober 2009-sekarangKetua umum KADIN, 2004-2008 dan 2008-2012 Ketua Panitia Nasional Kongres FIABCI (Federasi Pengusaha Realestat Dunia)tahun 1998Ketua Umum DPP REI, 1989-1992 Vice President APREC (Asosiasi Pengusaha Realestat Asia Pacific) Ketua DPD REI Jawa Barat sekaligus Ketua KADIN Jawa Barat, 1985-1993 Ketua HIPMI  atau Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat, 1980-1983


Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan

Gita Wirjawan lahir di Jakarta, 21 September 1965. Pada 2008, ia mendirikan perusahaan Ancora Capital (tempo), perusahaan investasi di bidang sumber daya dan pertambangan. Ia mendirikan perusahaan tersebut setelah ia memutuskan mundur dari kursi Presiden Direktur JP Morgan Indonesia yang ia jabat 2006-2008.
Kesuksesannya dalam mengelola perusahaan berbekal kekuatan relasi yang ia bangun sejak kuliah di Harvard. Ancora Capital sendiri berfokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam[3]. Kesuksesan Gita dalam mengelola perusahannya dibuktikan ketika dalam hitungan bulan, Ancora berhasil mengambil alih sebagian saham beberapa perusahaan besar seperti PT Bumi Resources Tbk, Selain itu, ia juga merupakan salah satu komisaris PT Pertamina. Pada tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Gita Wirjawan diangkat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu.
Gita menempuh pendidikan S-1 di Amerika Serikat. Ia menyelesaikan kuliahnya di Kennedy School of Government, Harvard University, pada 1992 . Ia mengambil jurusan administrasi bisnis.Selepas kuliah, ia memulai keriernya dengan bekerja di Citibank. Pada 1999, dia mengambil kuliah S-2 jurusan public administration (administrasi Publik) di Harvard University dan lulus pada 2000. Selesai S-2, ia bekerja di Goldman Sachs Singapura, sebuah bank yang didirikan oleh Marcus Goldman. Gita bekerja di sana hingga 2004. Tahun berikutnya dia pindah ke ST Telekomunikasi sampai 2006 juga di Singapura, Gita kemudian bekerja di JP morgan Indonesia sebagai direktur utama. Gita menjadi direktur di sana 2006-2008.
Gita mundur dari JP Morgan pada April 2008 dan mendirikan Ancora Capital. Perusahaan barunya ini berfokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Di Ancora, Gita membuktikan kepiawaian dalam mengelola perusahaan yang bergerak di bidang financial. Dalam hitungan bulan, perusahaan ini mengambil alih sebagian saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia, perusahaan properti di Jakarta, dan sebuah perusahaan properti di Bali. Keberhasilan Gita memimpin Ancora adalah berkat banyak mengandalkan koneksinya saat kuliah di Harvard.

Menteri Pertanian: Suswono

Ir. H. Suswono, MMA lahir di Tegal, Jawa Tengah, 20 April 1959

Pendidikan

§  Program S3 Doktoral Manajemen Bisnis IPB
§  Program S2 Magister Manajemen Agribisnis IPB
§  Program S1 Sosial Ekonomi Peternakan IPB
§  SMA Negeri 1 Slawi - Tegal
§  SMP Negeri 1 Slawi - Tegal
§  SD Negeri Kalisapu - Tegal

Piagam/Penghargaan

§  Lulusan Terbaik SEPADYA Angkatan I Kopertis Depdikbud tahun 1987
§  Pelajar Teladan Tingkat SLTA Kab. Tegal tahun 1978

Pekerjaan

§  Dosen Universitas Ibnu Khaldun Bogor
§  Asisten Dosen Institut Pertanian Bogor
§  Guru Madrasah Aliyah Negeri Bogor

Organisasi

§  Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Bogor
§  Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB
§  Pengurus PII (Pelajar Islam Indonesia) Daerah Tegal
§  Ketua PII Komisariat Slawi

Pemerintahan

§  Tenaga Ahli Menteri Kehutanan tahun 1999-2001
§  Anggota DPR RI Periode 2004-2009
§  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI 2005-2009
§  Menteri Pertanian - Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014





Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH lahir di Jakarta, 1 Februari 1955 – meninggal di Jakarta, 2 Mei 2012  pada umur 57 tahun adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II  yang menjabat sejak  22 Oktober 2009 hingga 26 April 2012. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes.
Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health.[3]

Karier

Endang memulai karirnya pada tahun 1979 sebagai dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dia bergabung pada pelayanan kesehatan masyarakat pada tahun 1980 dan bekerja di daerah terpencil sebagai Kepala Puskesmas Waipare di Nusa Tenggara Timur selama tiga tahun.
Pada tahun 1983, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dia bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Selama 6 bulan pada tahun 2001, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja pada Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.
Ia diangkat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedis dan Program Pengembangan, NIHRD pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2009, ia diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Pada tanggal 26 April 2012 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Kesehatan karena kondisi kesehatan.[4]


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (20072009) dan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 20032006.

Biografi

Mohammad Nuh adalah anak ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Ia melanjutkan studi di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan lulus tahun 1983.
Mohammad Nuh mengawali kariernya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister diUniversite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.
Nuh menikah dengan drg. Layly Rahmawati, dan ia dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir di Perancis.
Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.
Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat. Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).
Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya. Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang Kiayi, sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjiddi Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.


Menneg Riset dan Teknologi: Gusti Mohammad Hatta

Gusti Muhammad Hatta (lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 1 September 1952; umur 59 tahun) adalah guru besar Universitas Lambung Mangkurat. Ia menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi di Kabinet Indonesia Bersatu II menggantikan Suharna Surapranata. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia dari 22 Oktober 2009 hingga perombakan kabinet, 18 Oktober2011.
Lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, Magister Sains Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dan Doktor dari Universitas Wageningen, Belanda, ini berkarier sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat.


Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya
Nama  : Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA NIP: 130 878 870
Pangkat/Golongan: Pembina Tk. I/IV/c
Tempat dan tanggal lahir: Ayamaru, 9 September 1956
Agama: Kristen
Status Keluarga: Menikah
Istri: Yuliana Mosso Anak: 1. Mayland Kambuaya 2. Edita Kambuaya 3. Abraham Kambuaya 4. David Kambuaya 5. Stenly Kambuaya
Alamat Kantor: Kampus Uncen Waena Jayapura
Alamat Rumah: Jl. Trikora I Abepura
Orang Tua: Ayah: Abraham Kambuaya (Alm) Ibu : Sara Jitmau Riwayat

Pendidikan:
SD YPK di Kambuaya - Ayamaru (1969); SMEP Negeri, Teminabuan (1971); SMEA Negeri di Sorong (1974); Sarjana Muda di Universitas Cendrawasih Jayapura (1978); Sarjana (S1) di Universitas Brawijaya Malang (1984); Magister Business Administration (MBA) di Durham University Business School-Inggris (1996); Doktor (S3) Bidang Ekonomi di UNHAS Makasar (2003)
Riwayat Pekerjaan:
Universitas Cendrawasih: Asisten Dosen (1979) Diangkat Sebagai Dosen Fakultas Ekonomi Uncen Tahun (1981) Kasubag Pada Lembaga Penelitian Uncen (1985) Pembantu Dekan I - FIHES, 1986 -1987 Pembantu Dekan III - FIHES, 1987 - 1991 Pembantu Dekan I - FIHES, 1991 - 1995 Pembantu Dekan I - FIHES, 1995 - 2000 Dekan Fakultas Ekonomi Uncen, 2001 - 2004 Rektor Uncen, 2005 - sekarang
Organisasi Lain: Director of Asian Development Bank of Project Implementation di Uncen 1995-2000. Anggota Dewan Komisaris Bank Papua, Tahun 2000- sampai sekarang. Wakil ketua Tim (organizing commety) Penyusunan UU Otonomi Khusus Papua Tahun 2000. Anggota Komite Inovasi Nasional Republik Indonesia, Tahun 2010.
Pengalaman Mengajar : Jenjang Program S1 Small Business, pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN Manajemen Keuangan pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN, Manajemen Sumber Daya Manusia pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN, Leadership/Kepemimpinan pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN Cost Accounting pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN Jenjang Program S2 Manajemen Keuangan, pada Program MM-UNCEN Leadership/Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia pada Program MM-UNCEN Copromotor/ Tim Penguji Doktor Hanz Kaiway, SE. MSc. Agr. Ferdinan Risamasu, SE, MSc. Agr
Short Course : Training on Risk Management Singapore, 2006. Academic Networking and and University Management di Texas & M University, USA (1999). Training on SME Development - Universitas Indonesia (1987). Training on Small Busines Development Universitas Hasanudin Makasar-Kodrat (1986).
Pengalaman penelitian: Ketua Tim Penelitian Pengembangan Pariwisata di Papua, 2004. Ketua Tim Penelitian Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Sorsel, 2006. Ketua Tim Peneliti Inventarisasi Potensi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Papua, 2003. Penelitian Pengembangan Small Bussiness di Papua, 2002. Ketua Tim Peneliti Pengembangan dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Efisiensi Pemanfaatannya, 2002. Penelitian Enterpreneurial Behaviour Pengusaha Papua, 2003. Penanggungjawab Penelitian Inventarisasi Jenis Sumber-Sumber Pertambangan Provinsi Papua, 2002.
Keterlibatan Pada Berbagai Forum Seminar: Pembicara pada seminar How To Handle Bussiness in Asia khususnya di Indonesia kepada 50 orang businessman dari North East Costal Area, Newcastle Inggris (1995); pembicara pada seminar "Micro Economic Development In Papua - Jayapura, Denpasar, Cisarua, 2000-2002", IRISH-USAID Jakarta; pembicara pada seminar "Pengembangan Ekonomi Kerakyatan di Provinsi Papua, 2002; pembicara pada seminar "Peranan BUMN/BUMD Dalam Implementasi Otonomi Khusus Papua, 2002; pembicara pada seminar "Strategic Planning - Visi dan Misi Perusahaan Daerah Air Minum Papua, 2000; pembicara pada seminar "Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan", PEMDA Provinsi Papua, 2003; pembicara pada Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, Bidang Keuangan.
Publikasi: Profil Small Bussiness di Papua; Pengembangan Small Bussiness di Papua; Perilaku Usaha Pengusaha Papua, 2004.
Penghargaan: Satya Lencana Adhitya Dharma Nugraha dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, sebagai Dosen Teladan 1988.


Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar

Linda Amalia Sari (lahir di Bandung, Jawa Barat, 15 November 1951. dan ketua umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2004-2009.

Keluarga

Linda Amalia Sari adalah puteri mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Letjen (Purn) Achmad Tahir. Ia menikah dengan Letjen (Purn) Agum Gumelar, yang pernah menjabat Menteri Perhubungan pada Kabinet Gotong Royong dan tokoh militer dan politik Indonesia. Atlet bulu tangkis nasional Taufik Hidayat adalah menantunya.

Menneg BUMN: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), ia sebelumnya CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.

Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Andi Alifian Mallarangeng (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963. Ia juga pernah menjabat sebagai juru bicara kepresidenan bagiPresiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga menjabat pemimpin redaksi situs web presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Andi Alifian Mallarangeng meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Di universitas yang sama, ia meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi. Sedangkan gelar Drs Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986.
Sejak menjadi mahasiswa Fisipol UGM mengikuti jejak ayahnya, ia bercita-cita menjadi dosen. Cita-cita ini akhirnya tercapai dengan menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (1988-1999) dan di Institut Ilmu Pemerintahan (1999-2002). Tetapi nasib berkata lain. Jatuhnya pemerintahan Orde Barudan munculnya tuntutan reformasi, mengharuskan penataan ulang sistem politik dan sistem pemerintahan di Indonesia, yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan desentralisasi. Sebagai Doktor Ilmu Politik baru dengan disertai tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior, Andi diminta menjadi anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin oleh Prof. DR. Ryaas Rasyid, untuk merumuskan paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi. Tim Tujuh ini kemudian juga merumuskan Undang-undang Pemerintahan Daerah yang baru, sebagai landasan reformasi sistem pemerintahan dengan desentralisasi dan otonomi daerah.
Keterlibatannya dalam gerakan reformasi berlanjut ketika ia dipercaya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah, yang menyelenggarakan pemilu demokratis pertama pada tahun 1999. Dengan dibentuknya Kementerian Otonomi Daerah dalam pemerintah era reformasi, Andi mengundurkan diri dari KPU dan bergabung sebagai staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Kementerian itu kemudian dibubarkan walau baru berusia 10 bulan. Ia kemudian bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Partnership for Govermance Reform in Indonesia (2000-2002). Ia sempat mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaanbersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, namun keluar dua tahun kemudian, ia juga dikenal sebagai pengamat, kolumnis dan komentator politik di berbagai media.
Andi sementara ini berhenti menjadi dosen, karena sejak Oktober 2004 ia ditunjuk sebagai Juru Bicara Kepresidenan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itu pula, mantan aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam dan Senat Mahasiswa ini pun berhenti sementara menjadi pengamat dan komentator politik. Baginya tugas sebagai Juru Bicara Kepresidenan ini adalah suatu kehormatan yang menuntut seluruh waktu dan perhatiannya.
Pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2009, komentar Andi Mallarangeng yang intinya ditujukan kepada Calon Presiden asal Sulawesi Selatan,Jusuf Kalla mengenai orang Sulawesi Selatan masih belum siap jadi Presiden dinilai telah mengurangi jumlah suara yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono di Propinsi Sulawesi Selatan secara signifikan.
Penghargaan yang pernah diraih Andi A. Mallarangeng adalah Man of the Year, Majalah MATRA (2002), Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999), Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar